Seniman Berbisnis

Ardy Nurdin

Ardy Nurdin / January 23rd, 2009 / 8:45 am

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa banyak sekali musisi ataupun seniman lainnya berbisnis sampingan selain dari pada melakukan kegiatan seni itu sendiri.

Hal ini lebih banyak disebabkan karena tuntutan perut dan adrenaline sang seniman itu. Kurangnya penghargaan atas sebuah karya seni menyebabkan banyak sekali insan seni yang sering kurang terperhatikan dan kurang mendapatkan dukungan dari masyarakat maupun dari pemerintah Indonesia. Atas dasar faktor itulah maka banyak sekali yang membuat bisnis mereka sendiri untuk membiayai hidup dan kegiatan seninya.
Ada satu kebiasaan kurang menguntungkan yang dimiliki oleh para seniman yang seringkali menyebabkan gagalnya bisnis mereka, yaitu disiplin dengan target.

Seniman kebanyakan bekerja dengan hatinya, tidak ada target yang mengharuskan mereka menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang telah disepakati. Itulah dia yang kadang membuat seniman-seniman menyatakan dirinya tidak mampu berbisnis dengan baik.

Di sisi lain ada satu hal positif yang bisa membuat seniman-seniman yang berbisnis ini bisa menjadi sangat besar di bisnisnya. Jangan pernah dilupakan bahwa seniman bekerja dengan hatinya, disaat bisnis yang baru ini bisa memancing dia untuk bekerja sepenuh hati maka bisa dipastikan dia akan menjadikannya sangat besar dan penuh ide-ide kreatif di dalamnya, yang mungkin para pebisnis murni tidak memilikinya.

Mungkin sudah waktunya para investor untuk melirik dan menggandeng para insan seni untuk dilibatkan didalam bisnisnya.

Beranda »

2 komentar

  1. Singo says:

    seniman harus berkepribadian ganda, memisahkan jiwa seni dan kemampuan berorganisasi

  2. andi.... says:

    wah…
    bener mas…
    kaya two face…

Komentar

Jikustik Blog / Podcast